Rasa ingin tahu adalah salah satu hal paling ajaib dari masa kanak-kanak. Tanyakan saja pada orang tua, guru, atau pengasuh—mereka pasti pernah melewati fase “Kenapa? Kenapa? Kenapa?” yang bertubi-tubi.
Anak-anak bisa mengubah momen paling sederhana menjadi sebuah penyelidikan ilmiah kecil. Dan jujur saja, ini sangat menggemaskan… sampai mereka membongkar remote TV hanya untuk “melihat apa isinya”.
Namun kabar baiknya, rasa ingin tahu ini bukan sekadar lucu. Rasa penasaran tinggi justru membentuk cara anak berpikir, belajar, menjelajahi, dan memahami dunia.
Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa anak secara alami memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, bagaimana mengenalinya, mengapa orang tua perlu menumbuhkannya, serta kegiatan terbaik untuk mendukungnya.
Berikut beberapa alasan mengapa anak memiliki rasa ingin tahu yang besar:
Sejak lahir, otak anak ibarat superkomputer yang sedang berkembang. Otak mereka sibuk membentuk koneksi saraf, terutama di tahun-tahun awal kehidupan. Rasa ingin tahu adalah bahan bakar utama proses ini, khususnya dalam perkembangan fungsi eksekutif.
Saat anak mencari tahu, menyentuh benda, membuka laci, bertanya, dan bereksperimen, otak mereka memperkuat jalur yang berkaitan dengan pemecahan masalah, memori, dan berpikir kritis.
Orang dewasa menjalani hidup dengan menganggap banyak hal sebagai sesuatu yang “biasa”—pohon itu hijau, langit biru, kucing mengeong, roti muncul dari pemanggang. Namun bagi anak? Semua itu luar biasa.
Bayangkan anak sebagai penjelajah kecil yang baru tiba di sebuah planet baru. Mereka terus mencoba memahami aturan dunia ini. Itulah sebabnya mereka menekan tombol, mengambil benda, mencicipi hal-hal acak, dan mengajukan pertanyaan tanpa henti.
Secara evolusioner, rasa ingin tahu mendorong pembelajaran, dan pembelajaran membantu kelangsungan hidup. Anak memang diciptakan untuk belajar melalui mencoba, mengamati, menyentuh, mencium, mendengar, dan melakukan.
Rasa ingin tahu membantu mereka mempelajari bahasa, memahami emosi, mengenal aturan sosial, serta mengembangkan keterampilan motorik.
Anak tidak mencari tahu hanya untuk bersenang-senang (meskipun memang menyenangkan). Pikiran mereka secara alami bersifat ilmiah dan ingin memahami hubungan sebab-akibat:
Melalui pengujian, eksperimen, dan mengamati reaksi, anak belajar tentang pola, logika, dan konsekuensi.
Meskipun setiap anak mengekspresikan rasa ingin tahu dengan cara yang berbeda, berikut tanda-tanda umum yang menunjukkan bahwa seorang anak memiliki pikiran yang penuh rasa ingin tahu:
“Kenapa?” “Bagaimana?” “Itu apa?” “Kita mau ke mana?”
Jika anak Anda terdengar seperti detektif kecil, itu adalah tanda sempurna bahwa otaknya sedang berusaha memahami dunia di sekitarnya.
Anak yang penuh rasa ingin tahu jarang bisa diam lama. Mereka sering:
Beberapa anak bisa sangat tertarik pada topik tertentu, seperti dinosaurus, mobil, serangga, planet, memasak, atau hal lainnya. Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk membicarakan, menonton, atau bermain dengan benda yang berkaitan dengan minat tersebut.
Anak yang penasaran sering kali menyadari hal-hal kecil yang luput dari perhatian orang dewasa—semut kecil di lantai, retakan di dinding, atau stiker baru di laptop Anda. Perhatian terhadap detail ini merupakan tanda keterampilan observasi yang aktif.
Makanan baru, permainan baru, mainan baru, dan buku baru mudah menarik perhatian mereka. Anak yang penuh rasa ingin tahu biasanya sangat menyukai pengalaman baru.
Jika anak Anda gemar bermain Lego, puzzle, kerajinan tangan, atau “memperbaiki” sesuatu, itu menunjukkan bahwa otaknya senang mencari tahu bagaimana sesuatu bekerja.
Anak yang penasaran sering mengatakan:
Keinginan untuk mandiri ini berkaitan erat dengan motivasi mereka untuk belajar dan mencari tahu.
Berikut gambaran lebih mendalam tentang bagaimana rasa ingin tahu muncul dalam kehidupan sehari-hari:
Pada tahap ini, semua hal yang dipelajari bayi datang melalui pancaindra mereka. Otak mereka menyerap informasi seperti spons, dan penjelajahan sensorik membantu mereka memahami dasar hubungan sebab-akibat.
Ciri-ciri rasa penasaran tinggi mereka:
Setelah balita belajar berjalan, memanjat, dan berlari, mereka mulai menjelajah seperti petualang kecil dengan misi khusus. Mereka meniru orang dewasa, menguji batasan, dan mengulangi tindakan untuk memahami cara kerja sesuatu.
Ciri-ciri rasa penasaran tinggi mereka:
Ini adalah masa keemasan rasa ingin tahu. Anak prasekolah ingin penjelasan untuk hampir semua hal.
Ciri-ciri rasa penasaran tinggi mereka:
Pada usia ini, anak-anak mulai menjadi ilmuwan dan kreator kecil. Mereka mulai menunjukkan minat dan hobi yang kuat, mengajukan pertanyaan yang lebih mendalam, serta mulai memahami urutan logis.
Ciri-ciri rasa penasaran tinggi mereka:
Anak pra–remaja mulai berpikir seperti orang dewasa muda. Rasa ingin tahu mereka meluas, tidak hanya pada benda fisik, tetapi juga pada topik seperti pertemanan, emosi, keadilan, isu dunia, serta cara suatu sistem bekerja. Mereka senang mengajukan pertanyaan yang membutuhkan penalaran.
Ciri-ciri rasa penasaran tinggi mereka:
Rasa ingin tahu tumbuh subur ketika anak diberi ruang, alat, dan kebebasan untuk menjelajah. Kegiatan-kegiatan ini efektif bukan karena rumit, tetapi karena mengajak anak bereksperimen, berpikir, menemukan, dan bertanya-tanya.
Berikut cara orang tua dapat menumbuhkan rasa ingin tahu di rumah melalui permainan sederhana namun bermakna.
Bermain sensorik adalah laboratorium sains pertama bagi anak. Bayi dan balita belajar tentang dunia bukan dengan melihat saja, tetapi dengan menyentuh, meremas, bermain air, mencicipi, dan mendengarkan. Kegiatan sensorik merangsang pancaindra dan membantu mereka memahami tekstur, suhu, bentuk, dan suara.
Beberapa ide kegiatan:
Alam terbuka adalah ruang kelas raksasa, dan semua isinya mampu memicu rasa ingin tahu. Jalan-jalan di alam tidak harus lama atau rumit; berjalan santai di sekitar rumah pun sudah menawarkan banyak penemuan.
Cara membuat penjelajahan alam lebih menarik:
Bermain pura-pura jauh lebih bermanfaat daripada yang terlihat. Saat anak memerankan suatu peran, mereka sedang melatih kemampuan memecahkan masalah, memahami emosi, bercerita, dan berpikir tentang dunia nyata.
Contoh skenario bermain pura-pura yang seru:
Buku membawa anak ke dunia yang mungkin belum bisa mereka jangkau. Membaca tidak hanya mengembangkan kemampuan bahasa, tetapi juga mendorong rasa ingin tahu, bertanya, berimajinasi, dan bernalar.
Pilih kombinasi buku seperti:
Pertanyaan yang bisa diajukan setelah membaca:
Sains adalah wujud nyata dari rasa ingin tahu. Eksperimen sederhana membantu anak memahami bagaimana benda, bahan, dan gaya bekerja.
Beberapa eksperimen mudah yang bisa dicoba:
Salah satu cara paling mudah untuk menumbuhkan rasa ingin tahu tidak membutuhkan mainan, alat, atau biaya—cukup dengan percakapan. Pertanyaan terbuka mengajak anak berpikir lebih dalam, membayangkan berbagai kemungkinan, dan mengekspresikan ide.
Pertanyaan yang bisa diajukan saat bermain atau dalam kegiatan sehari-hari:
Alih-alih langsung memberikan jawaban, arahkan anak untuk berpikir, menebak, atau mencari tahu sendiri.
Tidak ada yang lebih membangun rasa ingin tahu selain memberi anak kebebasan untuk menjelajahi hal yang mereka minati. Proyek mandiri membantu anak mengembangkan inisiatif, tanggung jawab, dan kreativitas. Proyek bisa sederhana dan menyenangkan, tetapi dampak pembelajarannya sangat besar.
Rasa ingin tahu adalah salah satu kekuatan terbesar yang mendorong perjalanan belajar anak. Jika dipupuk dengan dukungan yang tepat, rasa ingin tahu ini dapat menghasilkan perkembangan yang luar biasa.
Jika Anda sedang mencari pendidikan usia dini terbaik untuk membantu anak menjelajahi, bertanya, dan berkembang optimal, cobalah program Prasekolah & Taman Kanak-kanak di Rockstar Academy.
Hanya di Rockstar Academy, anak Anda dapat merasakan perpaduan bermakna antara pembelajaran di kelas, beragam kegiatan fisik, serta acara dan kompetisi seru untuk berbagai usia, tingkat kemampuan, dan minat—termasuk partisipasi dalam Elite Championships yang bergengsi.
Dengan bimbingan guru berpengalaman, setiap kegiatan dirancang untuk membantu anak menjadi lebih adaptif, percaya diri, dan antusias dalam belajar. Dan jika Anda ingin melihat langsung pengalamannya, Rockstar Academy juga menyediakan kelas uji coba gratis sebelum pendaftaran. Daftarkan anak Anda sekarang!
Apakah wajar anak bertanya ribuan pertanyaan dalam sehari?
Sangat wajar! Bertanya adalah tanda yang sehat dan penting dari perkembangan kognitif anak.
Bagaimana jika anak saya terlalu penasaran dan menyentuh semua benda?
Tetap tetapkan batasan yang aman, tetapi jangan mematikan rasa ingin tahunya. Berikan alternatif yang aman dan arahkan anak bila diperlukan.
Apakah rasa ingin tahu bisa diajarkan?
Bisa. Meskipun rasa ingin tahu bersifat alami, orang tua dapat memperkuatnya melalui dorongan, paparan pengalaman baru, dan pendampingan yang suportif.