Tips Mengasuh Anak

Mengapa Anak-Anak Begitu Penasaran? Tanda, Tahapan, dan Kegiatan Mendorong Perkembangan Otak Anak

Mengapa Anak-Anak Begitu Penasaran? Tanda, Tahapan, dan Kegiatan Mendorong Perkembangan Otak Anak
27 Jan 2026

Rasa ingin tahu adalah salah satu hal paling ajaib dari masa kanak-kanak. Tanyakan saja pada orang tua, guru, atau pengasuh—mereka pasti pernah melewati fase “Kenapa? Kenapa? Kenapa?” yang bertubi-tubi. 

Anak-anak bisa mengubah momen paling sederhana menjadi sebuah penyelidikan ilmiah kecil. Dan jujur saja, ini sangat menggemaskan… sampai mereka membongkar remote TV hanya untuk “melihat apa isinya”.

Namun kabar baiknya, rasa ingin tahu ini bukan sekadar lucu. Rasa penasaran tinggi justru membentuk cara anak berpikir, belajar, menjelajahi, dan memahami dunia. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa anak secara alami memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, bagaimana mengenalinya, mengapa orang tua perlu menumbuhkannya, serta kegiatan terbaik untuk mendukungnya.

Mengapa Anak-Anak Sangat Penasaran?

Berikut beberapa alasan mengapa anak memiliki rasa ingin tahu yang besar:

1. Otak Mereka Dirancang untuk Menjelajahi

Sejak lahir, otak anak ibarat superkomputer yang sedang berkembang. Otak mereka sibuk membentuk koneksi saraf, terutama di tahun-tahun awal kehidupan. Rasa ingin tahu adalah bahan bakar utama proses ini, khususnya dalam perkembangan fungsi eksekutif.

Saat anak mencari tahu, menyentuh benda, membuka laci, bertanya, dan bereksperimen, otak mereka memperkuat jalur yang berkaitan dengan pemecahan masalah, memori, dan berpikir kritis.

2. Segalanya Terasa Baru bagi Mereka

Orang dewasa menjalani hidup dengan menganggap banyak hal sebagai sesuatu yang “biasa”—pohon itu hijau, langit biru, kucing mengeong, roti muncul dari pemanggang. Namun bagi anak? Semua itu luar biasa.

Bayangkan anak sebagai penjelajah kecil yang baru tiba di sebuah planet baru. Mereka terus mencoba memahami aturan dunia ini. Itulah sebabnya mereka menekan tombol, mengambil benda, mencicipi hal-hal acak, dan mengajukan pertanyaan tanpa henti.

3. Rasa Ingin Tahu Membantu Mereka Bertahan dan Beradaptasi

Secara evolusioner, rasa ingin tahu mendorong pembelajaran, dan pembelajaran membantu kelangsungan hidup. Anak memang diciptakan untuk belajar melalui mencoba, mengamati, menyentuh, mencium, mendengar, dan melakukan. 

Rasa ingin tahu membantu mereka mempelajari bahasa, memahami emosi, mengenal aturan sosial, serta mengembangkan keterampilan motorik.

4. Mereka Ingin Memahami Cara Kerja Sesuatu

Anak tidak mencari tahu hanya untuk bersenang-senang (meskipun memang menyenangkan). Pikiran mereka secara alami bersifat ilmiah dan ingin memahami hubungan sebab-akibat:

  • Apa yang terjadi jika aku menjatuhkan ini?
  • Apa yang terjadi jika aku menekan itu?
  • Apa yang terjadi jika aku mencampur air dan tanah?
  • Apa yang terjadi jika aku bertanya pada Mama pertanyaan yang sama 10 kali?

Melalui pengujian, eksperimen, dan mengamati reaksi, anak belajar tentang pola, logika, dan konsekuensi.

Tanda-Tanda Anak Memiliki Rasa Penasaran Tinggi

Meskipun setiap anak mengekspresikan rasa ingin tahu dengan cara yang berbeda, berikut tanda-tanda umum yang menunjukkan bahwa seorang anak memiliki pikiran yang penuh rasa ingin tahu:

1. Mereka Banyak Bertanya

“Kenapa?” “Bagaimana?” “Itu apa?” “Kita mau ke mana?”

Jika anak Anda terdengar seperti detektif kecil, itu adalah tanda sempurna bahwa otaknya sedang berusaha memahami dunia di sekitarnya.

2. Mereka Suka Mencari Tahu

Anak yang penuh rasa ingin tahu jarang bisa diam lama. Mereka sering:

  • Membuka lemari
  • Menyelidiki benda-benda baru
  • Berkeliling ruangan
  • Menyentuh berbagai benda untuk mengetahui teksturnya
  • Pada dasarnya, mereka seperti melakukan eksperimen sepanjang hari.

3. Menunjukkan Minat yang Kuat

Beberapa anak bisa sangat tertarik pada topik tertentu, seperti dinosaurus, mobil, serangga, planet, memasak, atau hal lainnya. Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk membicarakan, menonton, atau bermain dengan benda yang berkaitan dengan minat tersebut.

4. Memperhatikan Detail Kecil

Anak yang penasaran sering kali menyadari hal-hal kecil yang luput dari perhatian orang dewasa—semut kecil di lantai, retakan di dinding, atau stiker baru di laptop Anda. Perhatian terhadap detail ini merupakan tanda keterampilan observasi yang aktif.

5. Senang Mencoba Hal Baru

Makanan baru, permainan baru, mainan baru, dan buku baru mudah menarik perhatian mereka. Anak yang penuh rasa ingin tahu biasanya sangat menyukai pengalaman baru.

6. Suka Mengutak-atik, Membangun, dan Membongkar

Jika anak Anda gemar bermain Lego, puzzle, kerajinan tangan, atau “memperbaiki” sesuatu, itu menunjukkan bahwa otaknya senang mencari tahu bagaimana sesuatu bekerja.

7. Ingin Melakukan Segalanya Secara Mandiri

Anak yang penasaran sering mengatakan:

  • “Biar aku coba!”
  • “Aku bisa sendiri!”
  • “Aku mau lihat!”

Keinginan untuk mandiri ini berkaitan erat dengan motivasi mereka untuk belajar dan mencari tahu.

Tahapan Rasa Ingin Tahu Sepanjang Masa Kanak-Kanak

Berikut gambaran lebih mendalam tentang bagaimana rasa ingin tahu muncul dalam kehidupan sehari-hari:

1. Bayi (0–1 Tahun)

Pada tahap ini, semua hal yang dipelajari bayi datang melalui pancaindra mereka. Otak mereka menyerap informasi seperti spons, dan penjelajahan sensorik membantu mereka memahami dasar hubungan sebab-akibat.

Ciri-ciri rasa penasaran tinggi mereka:

  • Meraih benda dengan tekstur berbeda
  • Memasukkan benda ke mulut untuk mencoba rasa dan bentuk
  • Menoleh ke arah suara
  • Tersenyum atau tertawa saat mengalami sensasi baru
  • Mengulang tindakan yang menghasilkan respons atau hasil yang menyenangkan

2. Balita (1–3 Tahun)

Setelah balita belajar berjalan, memanjat, dan berlari, mereka mulai menjelajah seperti petualang kecil dengan misi khusus. Mereka meniru orang dewasa, menguji batasan, dan mengulangi tindakan untuk memahami cara kerja sesuatu.

Ciri-ciri rasa penasaran tinggi mereka:

  • Menjelajahi setiap sudut rumah
  • Membuka laci, lemari, dan wadah
  • Meniru perilaku orang dewasa
  • Terlibat dalam pemecahan masalah sederhana
  • Ingin melakukan segala sesuatu sendiri

3. Anak Usia Prasekolah (3–5 Tahun)

Ini adalah masa keemasan rasa ingin tahu. Anak prasekolah ingin penjelasan untuk hampir semua hal.

Ciri-ciri rasa penasaran tinggi mereka:

  • Mengajukan pertanyaan “Kenapa?” dan “Bagaimana?” tanpa henti
  • Bereksperimen melalui skenario bermain peran
  • Menciptakan cerita atau dunia imajinatif
  • Bermain bersama teman dan mempelajari aturan sosial
  • Membuat tebakan dan prediksi tentang berbagai hal

4. Usia Sekolah Awal (6–9 Tahun)

Pada usia ini, anak-anak mulai menjadi ilmuwan dan kreator kecil. Mereka mulai menunjukkan minat dan hobi yang kuat, mengajukan pertanyaan yang lebih mendalam, serta mulai memahami urutan logis.

Ciri-ciri rasa penasaran tinggi mereka:

  • Mengembangkan hobi dan ingin tahu segala hal tentangnya
  • Melakukan eksperimen secara sengaja
  • Bertanya bagaimana dan mengapa sesuatu bisa berfungsi
  • Semakin jeli memperhatikan detail
  • Ingin memecahkan masalah atau membangun sesuatu

5. Pra-remaja (10–12 Tahun)

Anak pra–remaja mulai berpikir seperti orang dewasa muda. Rasa ingin tahu mereka meluas, tidak hanya pada benda fisik, tetapi juga pada topik seperti pertemanan, emosi, keadilan, isu dunia, serta cara suatu sistem bekerja. Mereka senang mengajukan pertanyaan yang membutuhkan penalaran.

Ciri-ciri rasa penasaran tinggi mereka:

  • Tertarik pada ide sains yang lebih dalam atau topik dunia nyata
  • Penasaran tentang pertemanan, konflik, dan dinamika sosial
  • Keinginan kuat untuk mandiri
  • Ketertarikan pada kegiatan kreatif
  • Mempertanyakan aturan atau keputusan untuk memahami logika di baliknya

Kegiatan untuk Mendorong dan Mengembangkan Rasa Ingin Tahu Anak

Rasa ingin tahu tumbuh subur ketika anak diberi ruang, alat, dan kebebasan untuk menjelajah. Kegiatan-kegiatan ini efektif bukan karena rumit, tetapi karena mengajak anak bereksperimen, berpikir, menemukan, dan bertanya-tanya. 

Berikut cara orang tua dapat menumbuhkan rasa ingin tahu di rumah melalui permainan sederhana namun bermakna.

1. Kegiatan Bermain Sensorik

Bermain sensorik adalah laboratorium sains pertama bagi anak. Bayi dan balita belajar tentang dunia bukan dengan melihat saja, tetapi dengan menyentuh, meremas, bermain air, mencicipi, dan mendengarkan. Kegiatan sensorik merangsang pancaindra dan membantu mereka memahami tekstur, suhu, bentuk, dan suara.

Beberapa ide kegiatan:

  • Bermain air
  • Wadah berisi pasir, beras, atau pasta
  • Plastisin
  • Menjelajahi berbagai tekstur

 

2. Penjelajahan Jalan-Jalan di Alam

Alam terbuka adalah ruang kelas raksasa, dan semua isinya mampu memicu rasa ingin tahu. Jalan-jalan di alam tidak harus lama atau rumit; berjalan santai di sekitar rumah pun sudah menawarkan banyak penemuan.

Cara membuat penjelajahan alam lebih menarik:

  • Mengumpulkan daun
  • Mencari serangga
  • Mengamati hewan
  • Menjelajahi tanaman
  • Latihan mendengarkan suara alam

3. Bermain Peran dan Bermain Pura-Pura

Bermain pura-pura jauh lebih bermanfaat daripada yang terlihat. Saat anak memerankan suatu peran, mereka sedang melatih kemampuan memecahkan masalah, memahami emosi, bercerita, dan berpikir tentang dunia nyata.

Contoh skenario bermain pura-pura yang seru:

  • Dokter: Merawat boneka atau boneka binatang menumbuhkan empati dan pemahaman tentang kesehatan.
  • Koki: Memasak makanan pura-pura mengajarkan urutan kegiatan (potong dulu, lalu masak).
  • Insinyur: Membangun jembatan atau kota dari balok atau kardus.
  • Guru: Mengajar boneka atau adik melatih kepemimpinan dan rasa percaya diri.
  • Astronaut: Menjelajah “luar angkasa” dengan bantal dan selimut memicu rasa ingin tahu ilmiah.
  • Pemilik Toko: Belajar matematika sederhana (jual-beli) dan keterampilan sosial.

4. Membaca dan Bercerita

Buku membawa anak ke dunia yang mungkin belum bisa mereka jangkau. Membaca tidak hanya mengembangkan kemampuan bahasa, tetapi juga mendorong rasa ingin tahu, bertanya, berimajinasi, dan bernalar.

Pilih kombinasi buku seperti:

  • Buku cerita (untuk memicu imajinasi)
  • Buku sains (untuk memahami cara kerja sesuatu)
  • Buku bergambar (untuk mengamati detail)
  • Ensiklopedia anak (untuk mendalami minat tertentu)

Pertanyaan yang bisa diajukan setelah membaca:

  • “Menurutmu, apa yang akan terjadi selanjutnya?”
  • “Kenapa tokohnya memilih melakukan itu?”
  • “Kalau kamu ada di cerita ini, apa yang akan kamu lakukan?”
  • “Bagian mana yang paling mengejutkanmu?”

5. Eksperimen Sains di Rumah

Sains adalah wujud nyata dari rasa ingin tahu. Eksperimen sederhana membantu anak memahami bagaimana benda, bahan, dan gaya bekerja.

Beberapa eksperimen mudah yang bisa dicoba:

  • Gunung berapi dari soda kue dan cuka
  • Menumbuhkan kacang dalam gelas bening
  • Mencairkan es dengan garam
  • Membangun struktur dari marshmallow dan tusuk gigi

6. Ajukan Pertanyaan Terbuka

Salah satu cara paling mudah untuk menumbuhkan rasa ingin tahu tidak membutuhkan mainan, alat, atau biaya—cukup dengan percakapan. Pertanyaan terbuka mengajak anak berpikir lebih dalam, membayangkan berbagai kemungkinan, dan mengekspresikan ide.

Pertanyaan yang bisa diajukan saat bermain atau dalam kegiatan sehari-hari:

  • “Menurutmu, apa yang akan terjadi kalau kita mencoba ini?”
  • “Kenapa menurutmu hal itu bisa terjadi?”
  • “Bagaimana caranya kita mencari tahu?”
  • “Apa lagi yang bisa kita lakukan?”
  • “Ini mengingatkanmu pada apa?”

Alih-alih langsung memberikan jawaban, arahkan anak untuk berpikir, menebak, atau mencari tahu sendiri.

7. Dorong Proyek Mandiri

Tidak ada yang lebih membangun rasa ingin tahu selain memberi anak kebebasan untuk menjelajahi hal yang mereka minati. Proyek mandiri membantu anak mengembangkan inisiatif, tanggung jawab, dan kreativitas. Proyek bisa sederhana dan menyenangkan, tetapi dampak pembelajarannya sangat besar.

Biarkan Imajinasi Anak Melambung dengan Pendidikan Usia Dini yang Tepat

Rasa ingin tahu adalah salah satu kekuatan terbesar yang mendorong perjalanan belajar anak. Jika dipupuk dengan dukungan yang tepat, rasa ingin tahu ini dapat menghasilkan perkembangan yang luar biasa. 

Jika Anda sedang mencari pendidikan usia dini terbaik untuk membantu anak menjelajahi, bertanya, dan berkembang optimal, cobalah program Prasekolah & Taman Kanak-kanak di Rockstar Academy.

Hanya di Rockstar Academy, anak Anda dapat merasakan perpaduan bermakna antara pembelajaran di kelas, beragam kegiatan fisik, serta acara dan kompetisi seru untuk berbagai usia, tingkat kemampuan, dan minat—termasuk partisipasi dalam Elite Championships yang bergengsi.

Dengan bimbingan guru berpengalaman, setiap kegiatan dirancang untuk membantu anak menjadi lebih adaptif, percaya diri, dan antusias dalam belajar. Dan jika Anda ingin melihat langsung pengalamannya, Rockstar Academy juga menyediakan kelas uji coba gratis sebelum pendaftaran. Daftarkan anak Anda sekarang!

FAQ

Apakah wajar anak bertanya ribuan pertanyaan dalam sehari?

Sangat wajar! Bertanya adalah tanda yang sehat dan penting dari perkembangan kognitif anak.

Bagaimana jika anak saya terlalu penasaran dan menyentuh semua benda?

Tetap tetapkan batasan yang aman, tetapi jangan mematikan rasa ingin tahunya. Berikan alternatif yang aman dan arahkan anak bila diperlukan.

Apakah rasa ingin tahu bisa diajarkan?

Bisa. Meskipun rasa ingin tahu bersifat alami, orang tua dapat memperkuatnya melalui dorongan, paparan pengalaman baru, dan pendampingan yang suportif.