Pernah memutar lagu dan melihat bayi Anda menggoyangkan badan, meloncat-loncat, atau bertepuk tangan mengikuti irama? Itu adalah salah satu momen paling menggemaskan bagi orang tua! Meskipun bayi belum bisa mengikuti koreografi TikTok, naluri alami mereka untuk bergerak saat mendengar musik bukan hanya lucu, tetapi juga sangat penting untuk perkembangan mereka.
Musik dan gerakan memainkan peran penting dalam perkembangan awal anak. Tapi, kapan sebenarnya tarian bayi ini mulai muncul, dan bagaimana cara mendukungnya? Yuk, kita bahas bersama!
Melihat gerakan tarian pertama bayi seperti menyaksikan kebahagiaan murni yang hidup dalam gerakan. Mari kita lihat tahapan-tahapan perkembangannya:
Bahkan sebelum bayi benar-benar menari, mereka sudah mulai terhubung dengan ritme. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa bayi bisa mendengar dan merespons musik sejak masih di dalam kandungan.
Saat lahir, mereka sudah mengenali melodi yang akrab seperti lagu nina bobo yang sering Anda nyanyikan selama kehamilan. [BMC Pediatr, 2023]
Lalu, kapan bayi mulai menari? Berikut panduan sederhananya:
Di tahap ini, bayi belum menari, tapi Anda mungkin melihat mereka menjadi tenang atau lebih waspada saat mendengar musik. Goyangan lembut dan ayunan pelan bisa membantu menenangkan mereka.
Pada usia ini, bayi mulai bereksperimen dengan gerakan. Mereka mungkin menendang kaki, melambaikan tangan, atau tersenyum saat musik dimainkan. Ini belum benar-benar “menari”, tapi merupakan bentuk partisipasi awal mereka.
Di sinilah momen seru dimulai! Bayi mulai memantul ke atas-bawah, bertepuk tangan, atau bergoyang ke kiri dan kanan. Gerakan spontan ini adalah bentuk awal dari tarian mereka.
Balita mulai mencintai ritme dan sering menciptakan gerakan mereka sendiri. Mereka mungkin menghentakkan kaki, berputar-putar, atau bahkan mencoba meniru gerakan yang mereka lihat dari orang tua.
Mengapa bayi bisa menari? Karena manusia secara alami memiliki respons terhadap ritme. Penelitian menunjukkan bahwa bayi lebih sering bergerak mengikuti musik dibandingkan ucapan biasa. Kepekaan terhadap ritme inilah yang memicu gerakan menari spontan. Ini membuktikan bahwa menari adalah naluri alami, bukan sesuatu yang diajarkan. [Marcel Zentner, 2010]
Kalau Anda pernah bertanya-tanya kenapa bayi Anda langsung bergoyang setiap kali mendengar lagu “Baby Shark”, jawabannya terletak pada perkembangan otak.
Musik merangsang banyak area otak sekaligus, terutama bagian yang berhubungan dengan gerakan, koordinasi, dan emosi. Berikut beberapa alasan mengapa bayi otomatis bergerak mengikuti irama:
Kira-kira begini bagaimana koneksi antara otak dan tubuh:
Menari mungkin terlihat hanya sebagai momen lucu, tapi di balik gerakan sederhana itu ada banyak manfaat menari untuk pertumbuhan bayi. Musik dan gerakan berperan penting dalam membantu perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial anak sejak dini. Yuk, kita lihat bagaimana caranya:
Saat bayi menari, mereka sebenarnya sedang memperkuat tubuhnya tanpa disadari. Gerakan sederhana seperti memantul, bergoyang, atau bertepuk tangan membantu membangun otot, meningkatkan keseimbangan, dan melatih koordinasi.
Selain itu, menari juga membantu bayi memahami kesadaran akan sekitar—bagaimana tubuh mereka bergerak di sekitar lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi cara sehat untuk menyalurkan energi, menjaga bayi tetap aktif, terlibat, dan bahagia.
Musik dan gerakan merupakan alat yang sangat kuat untuk mendukung perkembangan kognitif anak. Saat menari, bayi belajar mengenali pola dan keterampilan yang nantinya membantu mereka dalam belajar matematika dan bahasa. Menggabungkan lagu dengan gerakan juga memperkuat daya ingat, karena anak lebih mudah mengingat kata-kata ketika disertai dengan aksi fisik.
Selain itu, menari juga menumbuhkan kreativitas, mendorong bayi untuk bereksperimen dengan gerakan mereka sendiri dan menggunakan imajinasi dalam bermain.
Sebelum bayi bisa sepenuhnya mengekspresikan diri dengan kata-kata, musik dan gerakan menjadi jembatan komunikasi yang luar biasa. Menari dengan lagu yang memiliki lirik berulang membantu memperluas kosakata dan membangun hubungan antara kata dan tindakan.
Selain itu, menari memberi bayi cara untuk mengekspresikan perasaan ketika kata-kata belum cukup. Dalam waktu yang sama, belajar mendengarkan isyarat musik, melatih kemampuan mendengarkan dan konsentrasi sejak dini.
Salah satu manfaat paling indah dari musik dan tarian adalah kemampuannya untuk mendekatkan hubungan antar manusia. Menari bersama orang tua atau pengasuh memperkuat ikatan emosional dan menciptakan momen kebahagiaan yang berharga.
Kegiatan ini juga membantu bayi membangun rasa percaya diri, terutama ketika mereka berhasil menguasai gerakan baru dan merasa bangga dengan pencapaiannya. Yang paling penting, musik dan tarian secara alami meningkatkan suasana hati anak, mengisi masa kecil mereka dengan kebahagiaan dan kesejahteraan emosional.
Mungkin ide tentang “kelas menari untuk bayi” terdengar lucu pada awalnya, tetapi sebenarnya ini adalah cara luar biasa untuk mendukung perkembangan anak. Meski Anda bisa menari bersama bayi di rumah, mengikuti program kelas yang terstruktur memiliki manfaat tambahan, seperti:
Instruktur profesional menggunakan musik dan gerakan yang sesuai dengan usia untuk mendukung perkembangan bayi secara optimal.
Bayi mendapat kesempatan untuk bertemu dan mengamati anak-anak lain, yang membantu membangun kesadaran sosial mereka.
Kelas rutin memberikan struktur yang membantu anak belajar fokus dan disiplin sejak dini.
Banyak kelas menari untuk bayi melibatkan orang tua, menjadikannya kegiatan seru yang mempererat hubungan dan menciptakan kenangan indah bersama.
Sebagian besar program menari untuk bayi menerima peserta sejak usia 6 bulan, dengan kelas yang disesuaikan menurut kelompok usia mereka. Pada tahap ini, fokus utamanya bukan pada teknik menari, melainkan menjelajahi irama, koordinasi, dan gerakan tubuh dalam lingkungan yang aman dan menyenangkan.
Jika Anda siap melangkah lebih jauh, mendaftarkan si kecil ke program tari di Rockstar Academy adalah pilihan yang luar biasa.
Rockstar Academy merupakan Akademi Olahraga & Seni Pertunjukkan terbaik yang menawarkan beragam program kegiatan fisik untuk menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, dan perkembangan anak secara menyeluruh.
Melalui kurikulum yang dirancang dengan baik, anak-anak akan mendapat kesempatan untuk bersinar di berbagai acara menarik seperti Dance Recital, Elite Championships, dan RockOlympics yang akan jadi pengalaman luar biasa yang membantu mereka menemukan potensi terbaiknya.
Dan yang paling menarik? Rockstar Academy juga menawarkan kelas uji coba gratis, memberi Anda dan si kecil kesempatan sempurna untuk merasakan keseruan menari bersama sebelum benar-benar bergabung.
Jadi, tunggu apa lagi? Biarkan musik mengalun dan saksikan perjalanan menari si kecil dimulai hari ini!
Kapan bayi mulai menari mengikuti musik?
Sebagian besar bayi mulai menunjukkan gerakan berirama sekitar usia 8–12 bulan, meskipun beberapa bisa lebih cepat. Saat memasuki usia 18–24 bulan, anak biasanya mulai lebih terkoordinasi dalam bergerak mengikuti irama.
Apakah normal jika bayi saya tidak menari?
Tentu saja! Setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Beberapa mungkin menanggapi musik dengan tersenyum, bertepuk tangan, atau bersuara riang alih-alih menari. Nah, itu juga bagian dari proses perkembangan mereka.
Apakah musik benar-benar bisa membuat bayi lebih pintar?
Meskipun musik saja tidak serta-merta membuat anak menjadi jenius, musik dapat meningkatkan perkembangan kognitif, memperkuat daya ingat, serta membantu membangun dasar keterampilan bahasa dan matematika.