Kecepatan dalam renang bukan hanya soal kekuatan atau gerakan lengan besar, tapi juga seberapa cepat dan efisien Anda dapat mengulangi gerakan tersebut, yang biasanya kita sebut stroke rate (tingkat kayuhan). Jadi, jika Anda siap untuk berenang lebih lancar, lebih cepat, dan lebih konsisten, stroke rate adalah kunci yang Anda cari!
Artikel ini akan menjelaskan apa itu stroke rate, mengapa penting, perbedaan antara teknik hip-driven dan shoulder-driven, serta latihan-latihan sederhana yang bisa Anda praktekkan. Yuk, kita mulai!
Stroke rate adalah jumlah kayuhan yang Anda lakukan dalam jangka waktu tertentu, biasanya diukur dalam kayuhan per menit (SPM). Bayangkan seperti ritme seorang pelari, tapi versi renang Anda.
Jika Anda baru mempelajari teknik renang, stroke rate membantu menjawab dua pertanyaan penting dalam kinerja renang, yaitu:
Stroke rate yang tinggi tidak selalu berarti Anda sedang sprint. Bisa saja itu berarti Anda menggunakan lengan dengan cara yang lebih ritmis dan terkendali untuk menjaga momentum yang baik di air. Perenang hebat menemukan titik optimal di mana kekuatan dan ritme kayuhan bekerja bersama.
Untuk mengukur SPM, pelatih biasanya menggunakan tempo trainer. Tapi Anda juga bisa menghitung stroke rate secara manual menggunakan stopwatch.
Cara sederhana menghitungnya:
Masukkan ke dalam rumus:
SPM = (60 ÷ waktu per siklus) × jumlah kayuhan
Contoh:
Jika lengan Anda membutuhkan 12 detik untuk menyelesaikan 10 kayuhan:
SPM = (60 ÷ 12) × 10 = 50 SPM
Sebelum Anda mulai meningkatkan stroke rate, penting untuk mengetahui ritme kayuhan alami Anda. Gaya renang biasanya terbagi menjadi dua kategori besar:
Hip-driven freestyle (gaya bebas dengan pinggang) adalah gaya renang jarak jauh klasik yang dikenal dengan kayuhan panjang, kuat, dan rotasi tubuh yang mantap. Pada teknik ini, pinggul memimpin gerakan, menciptakan gerakan berguling yang halus di air.
Karena setiap kayuhan panjang dan termasuk fase meluncur yang lebih lama, ritme kayuhan cenderung lebih lambat, sehingga stroke rate lebih rendah. Gaya ini sangat efektif untuk jarak jauh seperti 400m, 800m, dan 1500m, di mana efisiensi dan penghematan energi lebih penting daripada kayuhan cepat.
Shoulder-driven freestyle (gaya bebas dengan bahu) adalah gaya yang dipilih perenang yang membutuhkan kecepatan dan turnover cepat, sehingga umum digunakan dalam lomba sprint. Tidak seperti hip-driven yang meluncur panjang, teknik ini mengandalkan kayuhan cepat dan tajam yang terutama digerakkan oleh bahu.
Lengan bergerak hampir terus-menerus dengan sedikit jeda atau glide, menciptakan gerakan seperti kipas angin yang menjaga dorongan konstan di air. Karena bahu memulai gerakan dan kayuhannya lebih pendek, stroke rate menjadi lebih tinggi secara alami, menghasilkan kecepatan berenang lebih cepat.
Meningkatkan stroke rate berarti melatih tubuh Anda untuk bergerak dengan ritme lebih baik dan dorongan lebih kuat. Berikut adalah langkah-langkah dan latihan sederhana untuk membantu Anda mencapainya:
.png)
Tempo trainer bekerja seperti metronom renang, membantu Anda menyesuaikan kayuhan dengan irama yang stabil. Anda mengatur alat agar berbunyi beep pada interval tertentu, lalu melakukan satu kayuhan setiap kali terdengar beep untuk membangun konsistensi ritme.
Dengan perlahan mengurangi interval sebesar 0,02–0,05 detik per minggu, Anda dapat meningkatkan ritme gerakan dengan aman tanpa terburu-buru kehilangan teknik. Tempo trainer memudahkan pelacakan kemajuan dan membantu mempertahankan kayuhan panjang meski kecepatan lengan meningkat.

Latihan fingertip drag sangat bagus untuk memperbaiki pemulihan lengan yang halus sekaligus mendorong kayuhan yang santai tapi efisien. Selama latihan ini, ujung jari Anda ringan menyentuh permukaan air saat lengan kembali ke depan, dengan siku tetap tinggi dan bahu rileks.
Latihan ini mendorong gerakan lengan lebih cepat dan membantu menghilangkan ketegangan. Seiring waktu, lengan belajar kembali lebih cepat dengan gerakan tetap mengalir, sehingga stroke rate meningkat secara alami.

Sprint pendek adalah salah satu cara paling efektif untuk melatih kecepatan dan turnover. Dengan berenang cepat 25 meter sambil fokus pada rotasi lengan yang cepat dan tarikan yang kuat, tubuh belajar bergerak cepat dan efisien.
Fokus pada intensitas yang terkendali, bukan cipratan air yang kacau. Latihan yang baik misalnya 8×25 meter dengan istirahat 20–30 detik. Peningkatan kecepatan ini membantu koordinasi otot, membuat ritme gerakan cepat terasa lebih alami.

Latihan satu lengan membantu memahami ritme kayuhan lebih dalam. Dengan satu lengan lurus di depan dan lengan lainnya menarik, Anda dapat fokus pada timing, keseimbangan, dan efisiensi catch. Setelah berenang 25 meter dengan satu lengan, ganti sisi.
Latihan ini memperkuat fase cepat, meningkatkan koordinasi, dan membantu mengasah teknik setiap lengan secara mandiri, yang akhirnya berkontribusi pada ritme gerakan keseluruhan yang lebih efisien.
Meningkatkan stroke rate adalah salah satu cara paling cerdas untuk meningkatkan performa renang. Jika Anda ingin anak-anak merasakan manfaat ini dan tumbuh menjadi perenang lebih percaya diri dan mampu, mendaftarkan mereka di Program Renang Rockstar Academy adalah langkah berikutnya yang tepat.
Sebagai Akademi Olahraga & Seni Pertunjukkan terbaik, Rockstar Academy menawarkan berbagai program kegiatan fisik yang didukung kurikulum kuat, memungkinkan siswa berpartisipasi dalam RockOlympics—pengalaman belajar luar biasa di mana anak-anak menemukan potensi sejati mereka.
Untuk perkembangan yang lebih personal, Rockstar Academy juga menyediakan Pengajaran Privat, program latihan berbasis keterampilan yang sepenuhnya disesuaikan, dengan pelatihan pribadi, umpan balik berkelanjutan, video kemajuan, dan latihan mingguan di rumah agar siswa tumbuh lebih cepat dan kuat.
Berikan kesempatan kepada anak-anak untuk bersinar di dalam dan di luar kolam—dan jangan lupa, Rockstar Academy menawarkan kelas percobaan GRATIS, sehingga Anda bisa merasakan pengalaman langsung sebelum mendaftar!
Berapa stroke rate yang baik untuk renang?
Stroke rate yang baik tergantung pada tingkat keterampilan, tipe tubuh, dan jarak lomba, tetapi umumnya 50–70 SPM untuk perenang rekreasional, 70–100 SPM untuk perenang kompetitif, dan 110–130 SPM untuk sprinter elit.
Bagaimana cara meningkatkan stroke rate dalam renang?
Fokus pada meningkatkan turnover lengan yang lebih cepat dan halus tanpa kehilangan efisiensi. Gunakan alat seperti tempo trainer untuk mengatur ritme gerakan, latih pemulihan lengan cepat seperti fingertip drag drill, dan sertakan sprint pendek.