Lifting dalam tari adalah faktor memukau yang selalu kita sukai. Gerakan ini membuat penari terlihat ringan seperti tanpa beban, kuat, dan bergerak dengan keselarasan sempurna.
Namun, di balik setiap pengangkatan yang memukau, ada kerja sama tim, teknik, kepercayaan, dan tentu saja banyak latihan… ditambah beberapa tawa kecil saat sesekali terjadi, “Oops, coba lagi ya!”
Dalam panduan ini, kita akan membahas bagaimana lifting dalam tari bekerja, cara melakukannya dengan aman, serta peran penting masing-masing penari. Baik Anda pemula yang baru pertama kali mencoba tari berpasangan, maupun penari berpengalaman yang ingin menyempurnakan teknik, artikel ini akan membantu melakukan lift dengan lebih cerdas dan menari dengan penuh percaya diri. Yuk, kita simak!
Lifting dalam tari adalah gerakan berpasangan di mana satu penari diangkat, ditopang, atau dielevasikan dari lantai oleh penari lainnya. Gerakan lift dapat ditemukan di hampir semua gaya tari, termasuk:
Sebuah lifting yang bagus tidak terjadi hanya karena satu penari kuat atau yang lain lentu. Lift yang sukses terjadi karena keduanya menjalankan perannya dengan baik. Anggap saja seperti sebuah kerja sama, di mana masing-masing memiliki tugas berbeda, namun sama-sama penting.
Base adalah penari yang menopang, menstabilkan, dan mengangkat pasangannya. Tugas ini bukan hanya soal kekuatan. Base yang baik memberikan fondasi yang stabil, bergerak dengan penuh kendali, berkomunikasi dengan jelas, dan mengarahkan flyer kembali ke lantai dengan aman.
Dengan postur yang baik, penyesuaian yang tepat, serta otot yang aktif, base memastikan kedua penari merasa aman sepanjang lift. Semakin stabil base, semakin halus dan aman pengangkatan yang dihasilkan.
Flyer mungkin terlihat hanya “diangkat”, tetapi mereka sama sekali bukan penumpang pasif. Flyer memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan base, karena kendali tubuh, kekuatan, dan komunikasi mereka sangat mempengaruhi kelancaran dan keamanan pengangkatan.
Flyer yang baik tetap aktif, membantu menciptakan momentum, menjaga garis tubuh yang indah di udara, dan segera memberitahu jika ada sesuatu yang terasa tidak benar.
Agar dapat diangkat dengan aman, flyer harus menjaga tubuh tetap rapat dan terkendali saat take-off. Ini berarti mengaktifkan otot inti, kaki, menjangkau melalui lengan, serta menjaga seluruh tubuh tetap kompak.
Meskipun base dan flyer adalah pusat perhatian dalam lifting dalam tari, spotter adalah pahlawan diam-diam yang menjaga keselamatan semua orang. Spotter biasanya adalah pelatih, instruktur, atau penari terlatih yang berdiri di dekat untuk membantu, mengarahkan, dan menangkap jika terjadi ketidakseimbangan.
Peran spotter bukan untuk melakukan pengangkatan, melainkan memastikan kedua penari dapat berlatih dengan percaya diri dan tanpa risiko yang tidak perlu.
Spotter membantu memastikan lift dilakukan dengan teknik yang benar, dan perannya sangat penting terutama saat penari sedang mempelajari gerakan mengangkat baru, membangun kekuatan, atau mencoba gerakan yang lebih lanjut.
Berikut panduan lengkap untuk melakukan lifting dalam tari berpasangan dengan aman dan efektif:
Pemanasan yang tepat adalah langkah pertama dan paling penting sebelum mencoba pengangkatan apa pun. Tubuh perlu dalam kondisi hangat, lentur, dan siap bergerak dengan kekuatan serta pengendalian.
Pemanasan membantu melancarkan peredaran darah, mengaktifkan otot-otot utama yang akan digunakan, dan mencegah cedera yang tidak perlu.
Kedua penari sebaiknya fokus memanaskan otot inti, kaki, bahu, dan punggung. Kardio ringan, arm circle, plank, latihan mobilitas pinggul, serta peregangan ringan akan mempersiapkan tubuh untuk berperan sebagai base yang kuat atau flyer yang stabil.
Komunikasi yang jelas adalah fondasi dari setiap pengangkatan yang aman. Bahkan sebelum mencoba gerakannya, kedua penari perlu saling mengecek kesiapan: “Sudah siap?” “Nyaman nggak melakukan lift ini hari ini?” “Siapa yang mulai hitungan?”
Percakapan sederhana bisa memberi dampak besar. Kepercayaan sangat penting, terutama bagi flyer yang harus merasa aman saat terangkat dari lantai. Jika ada sesuatu yang terasa tidak nyaman, tidak stabil, atau membingungkan, segera sampaikan.
Spotter atau instruktur terlatih berfungsi sebagai jaring pengaman saat latihan. Mereka berdiri cukup dekat untuk membantu atau menangkap jika terjadi kesalahan, serta mengarahkan teknik dari sudut pandang luar.
Kehadiran mereka membantu mencegah jatuh, mengajarkan alignment yang benar, dan memastikan kedua penari tetap aman selama proses belajar. Spotter juga bisa dengan cepat mengoreksi timing, posisi tangan, atau postur tubuh sehingga proses belajar jadi lebih cepat.
Sama seperti Anda tidak langsung belajar balet dengan fouetté turns, Anda juga tidak seharusnya memulai berpasangan dengan lift di atas kepala. Mulailah dengan pengangkatan yang rendah dan sederhana untuk membangun kekuatan dan koordinasi.
Contohnya seperti lompatan kecil dengan bantuan, dip ringan, pengangkatan setinggi pinggul, atau balance dengan dukungan. Memulai dari gerakan dasar membantu kedua penari memahami timing, perpindahan berat badan, dan kendali tubuh tanpa tekanan dari ketinggian atau tingkat kesulitan yang tinggi.
Setelah gerakan dasar terasa konsisten dan nyaman, barulah Anda bisa naik ke level pengangkatan yang lebih menantang.
Salah satu mitos terbesar dalam menari berpasangan adalah base harus sangat kuat. Memang kekuatan membantu, tetapi kunci utama pengangkatan yang sukses adalah teknik. Postur tubuh yang benar, posisi yang tepat, pengendalian napas, dan timing yang pas bisa membuat pengangkatan yang terlihat berat terasa jauh lebih ringan.
Base sebaiknya mengandalkan kaki dan otot inti, bukan hanya lengan dan bahu. Sementara itu, flyer harus tetap aktif dan tidak lemas. Saat kedua penari bergerak dengan niat dan teknik yang tepat, pengangkatan akan terasa halus dan hampir seperti melayang.
Sebuah lift belum benar-benar selesai saat flyer berada di udara—lift baru selesai ketika kedua penari kembali ke lantai dengan aman dan mulus. Melatih pendaratan yang terkendali sangat penting untuk menghindari jatuh keras, pergelangan kaki terkilir, atau kehilangan keseimbangan.
Proses turun harus lembut, terarah, dan penuh kesadaran. Base menekuk lutut untuk menyerap benturan sambil tetap menopang flyer hingga menyentuh lantai. Flyer juga harus tetap mengaktifkan otot inti dan kaki sampai benar-benar merasa pijakan di lantai.
Meskipun teknik adalah kunci utama, latihan kekuatan dan kelenturan yang tepat akan membuat pengangkatan lebih aman dan stabil. Base akan sangat terbantu dengan latihan seperti squat, lunge, dan plank untuk membangun keseimbangan dan tenaga.
Sementara itu, flyer bisa melatih kekuatan otot inti, kelenturan punggung, keseimbangan, dan garis tubuh yang rapi. Kedua penari juga perlu melatih mobilitas pada pinggul, bahu, dan tulang belakang agar tubuh tidak kaku dan risiko cedera bisa diminimalkan.
Setiap lift, seberapa pun dramatisnya, selalu bisa dipecah menjadi langkah-langkah kecil. Mulailah dari tahap awal: posisi kaki, titik sambungan tangan, dan persiapan tubuh. Setelah itu, latih “setengah lift” terlebih dahulu.
Baru kemudian tingkatkan secara perlahan ke lift penuh dan terakhir latih pendaratannya. Dengan memecah gerakan, penari bisa memahami setiap bagian pengangkatan dan memperbaiki kesalahan sejak awal. Metode bertahap ini membuat pengangkatan yang rumit terasa lebih aman dan mudah dilakukan.
Kedua penari harus selalu tahu dengan jelas di mana posisi tangan yang benar. Penempatan yang tepat memberikan stabilitas dan dukungan tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman atau risiko cedera. Biasanya, base memegang pinggang, pinggul, tulang rusuk, atau bagian bawah ketiak flyer.
Flyer sebaiknya meletakkan tangan di posisi yang membantu keseimbangan tanpa menarik atau mendorong secara tiba-tiba. Grip yang baik terasa kuat namun tetap lembut—aman tanpa terasa mengekang.
Lift yang sukses terjadi saat kedua penari bergerak dengan keselarasan sempurna. Jika base mengangkat terlalu cepat atau flyer melompat terlalu lambat, gerakan akan terasa tidak stabil.
Berlatih hitungan bersama akan membantu kedua penari menemukan ritme yang sama. Saat timing sudah pas, pengangkatan akan terasa alami dan ringan seperti tanpa beban.
Setiap penari memiliki kekuatan, tipe tubuh, dan tingkat pengalaman yang berbeda. Penting untuk menghormati batas diri dan menyadari kapan sebuah pengangkatan terasa terlalu sulit atau berisiko untuk kemampuan saat ini.
Jika tubuh sedang lelah, pegal, atau merasa ragu, tidak apa-apa untuk berhenti sejenak atau melewatkan pengangkatan hari itu. Memaksakan diri justru bisa berujung pada cedera.
Menguasai lifting dalam tari membutuhkan kesabaran, pengulangan, dan kerja sama tim. Bahkan penari profesional pun berlatih pengangkatan berkali-kali sebelum siap tampil di panggung. Semakin sering berlatih bersama, semakin besar kepercayaan yang terbangun dan gerakan pun akan terasa semakin gampang.
Menguasai lifting dalam tari bukan hanya soal kekuatan atau teknik. Saat Anda belajar mengangkat dengan penuh percaya diri, Anda membuka dunia baru dalam seni, ekspresi, dan kerja sama tim. Jika Anda ingin meningkatkan kemampuan menari ke level berikutnya, Rockstar Academy adalah tempat yang tepat untuk berkembang.
Sebagai Akademi Olahraga & Seni Pertunjukkan terbaik, program tari kami dirancang untuk membangun fondasi yang kuat, mengembangkan kemampuan partnering yang indah, dan memberi pengalaman tampil di berbagai acara besar seperti Dance Recital, Elite Championships, dan RockOlympics.
Masih ragu? Tenang saja, Anda bisa mencoba kelas uji coba gratis terlebih dahulu dan merasakan pengalamannya sendiri. Siap menari, tampil, dan bersinar? Daftar di Rockstar Academy sekarang dan mulai perjalananmu menjadi penari yang percaya diri!
Apakah harus sangat kuat untuk melakukan lifting dalam tari?
Tidak selalu! Kekuatan memang membantu, tetapi teknik, pengendalian otot inti, dan timing yang tepat adalah kunci utama. Banyak penari bertubuh ringan yang bisa mengangkat partner dengan aman berkat latihan dan alignment yang benar.
Apakah pemula bisa melakukan lift?
Bisa, tapi dengan lift sederhana. Mulailah dari gerakan dasar dan selalu berlatih dengan instruktur atau spotter.