Teknik akting Shakespeare merupakan kombinasi antara tantangan dan kepuasan, yang membutuhkan keterampilan bahasa yang ekspresif, kedalaman emosional, teknik yang kuat, dan suara teater yang terlatih dengan baik.
Struktur puitisnya berbeda dengan naskah modern, sehingga pemahaman terhadap ritme, niat, dan alat-alat klasik sangatlah penting.
Mari kita pelajari dasar-dasar teknik akting Shakespeare, drama-drama penting yang perlu diketahui, cara menginterpretasikan teksnya, alasan penggunaan prosa dan puisi, serta cara memperkuat penampilan klasik secara keseluruhan.

Teknik akting Shakespeare adalah kumpulan keterampilan yang dirancang untuk membantu aktor memahami dan menyampaikan teks Shakespeare dengan jelas, kebenaran emosional, dan ketepatan teknis.
Karena Shakespeare menulis lebih dari 400 tahun yang lalu, bahasanya mungkin terasa asing, tetapi jauh dari tidak mungkin untuk dipahami. Pelatihan akting Shakespeare mengajarkan aktor cara memahami bahasa tersebut dan menghidupkannya.
Meskipun setiap drama Shakespeare menawarkan materi yang luar biasa, beberapa di antaranya menonjol sebagai karya penting bagi aktor yang mempelajari teknik klasik. Karya-karya ini memberikan pemahaman yang kuat tentang rentang karya Shakespeare, mulai dari komedi, tragedi, hingga drama sejarah.

Hamlet terkenal karena kedalaman psikologisnya, pergeseran emosional, dan monolog ikonik seperti “To be or not to be.” Mempelajari Hamlet melatih Anda untuk menangani dialog filosofis sambil tetap menjaga agar tetap relevan dan dapat dipahami.
Teks ini memaksa Anda untuk mengeksplorasi konflik internal, kesedihan, keraguan, dan perjuangan moral, semua sekaligus.

Macbeth sangat cocok untuk melatih pilihan emosional yang berani dan mempertahankan intensitas. Cerita ini didorong oleh ambisi, ketakutan, rasa bersalah, dan daya tarik hal-hal gaib. Ini ideal untuk berlatih momen-momen yang meledak-ledak bersamaan dengan momen-momen yang tenang dan psikologis.

Pementasan Romeo dan Juliet penuh dengan emosi. Anda akan memerankan cinta, gairah, amarah, impulsif, dan patah hati. Ini adalah pengenalan yang bagus untuk puisi Shakespeare karena niat di balik baris-barisnya begitu jelas dan tertanam dalam jiwa intensitas muda.

A Midsummer Night’s Dream adalah salah satu karya Shakespeare yang paling lucu dan penuh keceriaan. Karya ini memungkinkan Anda untuk mengekspresikan insting komedi dan bergerak dengan cara yang fisik dan imajinatif.
Dari keusilan hingga romansa hingga kebingungan magis, nada ceritanya ringan namun ternyata terstruktur dengan baik.

Pementasan Julius Caesar sangat cocok untuk menguasai pidato yang mengandalkan argumen, logika, dan kekuatan. Pementasan ini juga sangat berfokus pada kerja tim, yang melatih Anda untuk bekerja sebagai bagian dari mesin dramatis yang lebih besar.
Menafsirkan Shakespeare adalah proses yang mirip dengan penyelidikan detektif. Semua yang Anda butuhkan sudah ada dalam teks, ritme, tanda baca, struktur, dan pilihan kata adalah alat yang disengaja yang membimbing para aktor. Berikut cara mendekati penafsiran:
Sebelum membawakan sebuah baris, Anda harus memahami apa yang Anda katakan. Gunakan terjemahan modern, glosarium, atau sumber daya baris per baris jika diperlukan. Namun, selalu kembali ke teks asli untuk nuansa.
Baris-baris Shakespeare disusun berdasarkan pemikiran, bukan kalimat. Setiap napas atau tanda baca sering menandakan ide baru.
Kata-kata kunci adalah kata-kata paling penting dalam baris, biasanya kata kerja, kata benda, atau kata sifat kunci. Mereka membantu membentuk niat dan makna.
Shakespeare memberikan petunjuk detail: status sosial, hubungan, perubahan emosi, dan pandangan dunia. Perlakukan petunjuk ini dengan hormat yang sama seperti dalam naskah modern.
Bahkan dalam bahasa yang dihiasi, kebenaran emosional harus tetap realistis. Tugas Anda adalah membuat Shakespeare terasa manusiawi, bukan hanya sekedar sejarah belaka.
Pilihan Shakespeare untuk menggunakan prosa dan puisi secara bersamaan adalah sengaja dan memiliki tujuan tertentu. Setiap bentuk membantu membentuk karakter, emosi, dan narasi dengan cara yang berbeda-beda.
Dengan beralih antara keduanya, Shakespeare menandakan perubahan status, suasana hati, atau pikiran, memberikan petunjuk berharga bagi aktor tentang cara mengucapkan sebuah baris.
Memahami mengapa beliau menggunakan kedua bentuk tersebut membantu Anda menafsirkan teksnya dengan kedalaman dan nuansa yang lebih besar.
Prosa adalah bahasa sehari-hari. Karakter berbicara dalam prosa ketika mereka:
Ayat tersebut mengikuti struktur ritmis, yang paling umum adalah iambik pentameter.
Tokoh-tokoh berbicara dalam bentuk puisi ketika mereka:
Meningkatkan iambik pentameter, skansion, tanda baca, dan teks klasik dimulai dengan memahami ritme dan struktur puisi. Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui:
Perkuat rasa ritme dengan mengetuk irama, membaca baris secara perlahan, dan menandai penekanan. Latih perpindahan antara ucapan alami dan terukur, rekam diri Anda untuk umpan balik, dan bekerja sama dengan pelatih untuk membuat pengucapan Anda lancar dan alami.
Skansasi membantu Anda menandai penekanan dan jeda dalam puisi, mengungkapkan emosi, niat, tempo, dan makna tersembunyi karakter. Ritme yang tidak teratur sering menunjukkan konflik batin.
Dengan skansasi baris, Anda memahami bagaimana Shakespeare membentuk pemikiran dan dapat menyampaikan teks dengan lebih terasa nyata.
Tanda baca Shakespeare membimbing penampilan. Komma menciptakan jeda kecil, titik menyelesaikan pikiran, titik dua dan titik koma membangun ide, tanda tanya menandakan pertanyaan, dan tanda seru menunjukkan emosi yang kuat. Mengikuti petunjuk ini membantu aktor menemukan perubahan niat dan menghidupkan teks.
Meningkatkan keterampilan teks klasik berasal dari latihan rutin. Bacalah dengan lantang, kembangkan kosakata Anda, latih kendali napas, dan gunakan tubuh Anda untuk mendukung ekspresi.
Menonton aktor yang terampil juga membantu. Seiring waktu, bahasa menjadi lebih jelas, lebih alami, dan lebih memuaskan untuk dipentaskan.
Saat Anda terus mengembangkan keterampilan klasik Anda, ingatlah bahwa pertumbuhan berasal dari latihan yang konsisten, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk menjelajahi pilihan-pilihan berani di atas panggung.
Jika Anda mencari tempat untuk mengasah keterampilan ini, Rockstar Academy Akademi Olahraga & Seni Pertunjukkan menawarkan kelas Broadway dimana para penampil muda dapat berlatih dengan pelatih profesional dan mendapatkan pengalaman panggung yang nyata.
Para siswa bahkan dapat mengikuti kesempatan menarik seperti Broadway Recital, Elite Championships dan RockOlympics, di mana mereka belajar disiplin, kerja sama tim, bercerita, dan kepercayaan diri dalam berpenampilan pada skala yang lebih besar.
Dengan lokasi di berbagai kota di Indonesia dan komunitas instruktur yang ramah dan bersemangat, Rockstar Academy menyediakan program yang mendukung siswa di setiap tingkat, mulai dari pemula yang mempelajari teks klasik hingga penampil tingkat lanjut.
Yang terbaik, Anda dapat mengalami program ini secara langsung dengan kelas uji coba gratis, memberi Anda kesempatan untuk menjelajahi program akting, musik, tari, atau seni pertunjukan mereka sebelum bergabung sepenuhnya. Bergabunglah dengan kelas Broadway kami hari ini!
Apakah akting Shakespeare lebih sulit daripada akting modern?
Tidak selalu lebih sulit, hanya berbeda. Anda membutuhkan lebih banyak alat teknis, tetapi setelah menguasainya, Shakespeare menjadi menarik dan intuitif.
Apakah saya harus berbicara dengan aksen Inggris?
Tidak. Shakespeare dapat dimainkan dengan aksen apapun asalkan kejernihan dan ritme terjaga.
Bagaimana cara menghafal Shakespeare lebih cepat?
Bagi baris-baris menjadi bagian-bagian kecil, ikuti pola pikir, dan manfaatkan ritme. Strukturnya sebenarnya membantu dalam menghafal.